Senin, 07 November 2011

Hubungan Internasional


  
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di era tahun 50-an, Negara-negara di dunia terpolarisasi kedalam duakutub. Ketika itu terjadi pertarungan yang kuat antra Timur dan Barat terutamasekali pada era perang dingin (
cold war)
antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet.Pertarungan ini adalah merupakan upaya untuk memperluas
sphere of interest 
dan sphere of influence
. Dengan sasaran utama perebutan penguasaan ataswilayah-wilayah potensial di dunia dengan berkedok pada ideology anutan masing-masing.Sebagian Negara masuk dalam Blok Amerika dan sebagian lagi masuk dalam Blok Uni Sovyet. Aliansi dan pertarungan didalamnya memberikan akibatfisik yang negative bagi beberapa Negara di dunia seperti misalnya Jerman yangsempat terbagi menjadi dua bagian, Vietnam dimasa lalu, serta Semenanjung Koreayang sampai saat sekarang ini masih terbelah menjadi Korea Utara dan KoreaSelatan.Dalam pertarungan ini Negara dunia ketiga menjadi wilayah persainganyang amat mempesona buat keduanya. Sebut saja misalnya Negara-negara dikawasan Asia Timur dan Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepangserta Negara-negara di kawasan lain yang kaya akan energi dunia seperti UniEmirat Arab, Kuwait dan Qatar.Dalam kondisi yang seperti ini, lahir dorongan yang kuat dari parapemimpin dunia ketiga untuk dapat keluar dari tekanan dua Negara tersebut.Soekarno, Ghandi dan beberapa pemimpin dari Asia serta Afrika merasakanpolarisasi yang terjadi pada masa tersebut adalah tidak jauh berbeda dengankolonialisme dalam bentuk yang lain.Akhirnya pada tahun 1955 bertempat di Bandung, Indonesia, 29 KepalaNegara Asia dan Afrika bertemu membahas masalah dan kepentingan bersama,termasuk didalamnya mengupas secara serius tentang kolonialisme dan pengaruhkekuatan “barat”. Pertemuan ini disebutkan pula sebagai Konferensi Asia Afrika

 
atau sering disebut sebagai Konferensi Bandung. Konferensi inilah yang menjaditonggak lahirnya Gerakan Non Blok.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam karya ilmiah ini penulis membatasi masalah dalam beberapa rumusanmasalah, yaitu
1. Apa yang dimaksud dengan Gerakan Non Blok?
2. Bagaimana pertemuan-pertemuan dalam Gerakan Non blok?
3. Bagaimana pengelompokan dalam Gerakan Non Blok?
4. Bagaimana pola kerja Gerakan Non Blok?
5. Bagaimana penyelenggaraan KTT Non Blok?
6.Bagaimana reposisi dalam Gerakan Non Blok?
7.Bagaimana peran Gerakan Non Blok bagi Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini, sebagai berikut1. Untuk memenuhi syarat pengajuan beasiswa.2. Untuk memberikan informasi kepada pembaca karya ilmiah ini mengenaiGerakan Non Blok

 
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Gerakan Non Blok 
Adanya ketegangan antara blok barat dan blok timur yang disebut denganPerang Dingin (Cold War) telah menimbulkan gagasan-gagasan baru dari parapemimpin Negara-negara lain khususnya Yoguslavia, Indonesia, Mesir Ghana danIndia untuk tidak terlibat dan melibatkan diri dalam Perang Dingin serta untuk tidak memanas-manasi kedua blok yang sedang bertikai maka di Yogoslavia dibentuklahorganisasi baru yang disebut organisasi Gerakan Non Blok ( GNB ) atau NonAligment Movement yang merupakan gerakan dari negara-negara yang tidak memihak ke Blok Barat maupun ke Blok Timur.Yang memprakarsai berdirinya GNB adalah :1) Indonesia : Presiden Soekarno2) India : PM. Pandit Jawaharlal Nehru3) Mesir : Presiden Gamal Abdul Naser 4) Ghana : Presiden Kwane Nkumah5) Yugoslavia : Presiden Yosef Bros TitoTujuan GNB semula adalah untuk meredakan perang dingin dan ketegangandunia sebagai akibat pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur. Namunkemudian berkembang meliputi kerjasama antar bangsa pada bidang-bidanglainnya. Dibawah ini adalah tujuan GNB yang dirumuskan dalam KTT I yaitu :1. Membantu menyelesaikan sengketa-sengketa internasional2. Mengupayakan perlucutan senjata3. Mendorong terciptanya perdamaian dunia4. Membantu perjuangan bangsa-bangsa terjajah untuk mendapatkankemerdekaannya.5. Menentang kolonialisme, imperialisme, apartheid dan zionisme.6. Memajukan kerjasama di bidang ekonomi, social dan politik antar sesamanegara anggota
 
Selain tujuan yang telah dijelaskan diatas, Gerakan Non Blok mempunyaibeberapa prinsip, yaitu1. Gerakan Non Blok bukan merupakan blok tersendiri di luar blok barat dan blok timur dan tidak ingin bergabung dengan salah satu blok yang sedang bertikai.2. Gerakan Non Blok merupakan wadah perjuangan bagi negara-negara sedangberkembang dan negara yang belum memperoleh kemerdekaanya3. Gerakan Non Blok menyokong setiap usaha yang menentang imperialisme,kolonialisme, rasialisme, apartheid, serta zionisme4. Negara-negara dan tokoh pendiri GNBSeperti diketahui, pembangunan Gerakan Non-blok dicanangkan dalamKonferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri 25 negara dari Asia, Afrika, Eropa,dan Latin Amerika diselenggarakan di Biograd (Belgrade), Yugoslavia pada tahun1961. Pemimpin kharismatik dari Yugoslavia, Presiden Broz Tito, menjadipemimpin pertama dalam Gerakan Non-Blok.Sejak pertemuan Belgrade tahun 1961, serangkaian Konferensi TingkatTinggi Gerakan Non Blok telah diselenggarakan di Kairo, Mesir (1964) diikuti oleh46 negara dengan anggota yang hadir kebanyakan dari negara-negara Afrika yangbaru meraih kemerdekaan, kemudian Lusaka, Zambia (1969), Alzier, Aljazair (1973) saat terjadinya krisis minyak dunia, Srilangka (1977), Cuba (1981), India(1985), Zimbabwe (1989), Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan, dan terakhir diMalaysia pada tahun 2003. Dengan didasari oleh semangat Dasa Sila Bandung,maka pada tahun 1961 Gerakan Non Blok dibentuk oleh Josep Broz Tito, PresidenYugoslavia saat itu.


2.2 Pertemuan-Pertemuan dalam Gerakan Non Blok 
Pertemuan-pertemuan tingkat tinggi yang diadakan oleh Negara-negara NonBlok meliputi :1. Summit Conferences (Konferensi Tingkat Tinggi/KTT);Pertemuan ini merupakan pertemuan tertinggi dan dihadiri oleh para KepalaNegara/Kepala Pemerintahan seluruh Negara anggota Non Blok. Pertemuan inimerupakan pertemuan puncak dan sering disebut dengan Konferensi TingkatTinggi (KTT). Keputusan-keputusan penting akan diputuskan dalam pertemuan

 
tersebut. Pertemuan tingkat tinggi ini diselenggarakan setiap tiga tahun. Dalammembahas masalah-masalah yang ada, pertemuan ini dibagi menjadi dua komiteyaitu Komite mengenai issue-issue politik dan Komite mengenai issue-issueekonomi dan sosial.Sampai saat ini telah diselenggarakan KTT sebanyak 13 kali dan bertempat diNegara-negara anggota GNB, yaitu :KTT I : 01 – 06 September 1961 di Belgrade, Yugoslavia
KTT II : 05 – 10 Oktober 1964, Kairo, Mesir 
KTT III : 08 – 10 September 1970, Lusaka, Zambia
KTT IV : 05 – 09 September 1973, Aljir, Aljazair
KTT V : 16 – 19 Agustus 1976, Colombo, Srilanka
KTT VI : 03 – 09 September 1979, Havana, Kuba
KTT VII : 07 – 12 Maret 1983, New Delhi, India
KTT VIII : 01 – 06 September 1986, Zimbabwe
KTT IX : 04 – 07 September 1989, Belgrade, Yugoslavia
KTT X : 01 – 07 September 1992, Jakarta, Indonesia
KTT XI : 18 – 20 Oktober 1995, Cartagena, Kolombia
KTT XII : 02 – 03 September 1998, Durban, Afrika Selatan
KTT XIII : 02 – 25 February 2003, Kuala Lumpur, Malaysia2.
Ministerial Conferences;Konferensi ini merupakan pertemuan para menteri, yang bertujuan :a. Meninjau/memeriksa perkembangan-perkembangan dan implementasi darikeputusan-keputusan yang dihasilkan KTT.b. Menyiapkan KTT berikutnyac. Mendiskusikan hal-hal yang dianggap penting yang akan dibawa ke KTT.Konferensi tingkat menteri terdiri dari :
• Ministerial Meetings in New York;
•Extraordinary Ministerial Meetings;
•Ministerial Meetings of the Coordinating Bureau;
•Meetings of the Ministerial Committee on Methodology;
•Meetings of the Standing Ministerial Committee on Economic Cooperation

 
•Ministerial Meetings in various fields of International Cooperation.Selain pertemuan tingkat tinggi tersebut diatas, pertemuan lainnya yangdiselenggarakan adalah
working group, task forces, contact groups and Committee.
2.3 Pengelompokan dalam Gerakan Non Blok 
Berdasarkan sikap dan posisi yang nampak dalam berbagai pertemuan NonBlok, secara garis besarnya terdapat 3 pengelompokan di dalam Gerakan NonBlok, yaitu :1. Kelompok mainstream, yaitu kelompok yang ingin tetap mempertahankanprinsip-prinsip dasar dan tujuan Gerakan Non Blok, dan yang termasuk dalamkelompok ini adalah antara lain ; Indonesia, Argentina, India, Bangladesh,Gabon, Pakistan, Srilanka, Senegal, Tunisia, Saudi Arabia.2. Kelompok ekstrim kiri, yaitu dalam kelompok ini terrnasuk juga negara yangmempunyai kerjasama di berbagai bidang dengan Uni Sovyet melaluiperjanjian bilateral (Treaty on Friendship and Cooperation) yang terrnasuk dalam kelompok ini antara lain Cuba, Afganistan, Angola, Vietnam DanLibya.3. Kelompok ekstrim kanan, yaitu yang termasuk dalam kelompok ini antaralain Mesir, Singapura, Zaire.
2.4 Pola Kerja Gerakan Non Blok 
GNB tidak memiliki pengurus serta struktur organisasi kerjasama umumnyaseperti PBB. Satu-satunya pengurus dalam GNB adalah seorang Ketua yangakan menjalankan dan mensosialisasikan setiap keputusan KTT sampaidilangsungkannya KTT berikutnya. Kegiatan Non Blok pada dasarnya meliputidua bidang, yakni bidang politik dan ekonomi. pelaksanaan kegiatan dilakukanmelalui :1. Forum kerjasama dan Lembaga-lembaga internasional termasuk PBB.2. Dialog Utara-Selatan (negara-negara maju-negara-negara sedangberkembang).

3. Kerjasama selatan-selatan (negara-negara sedang berkembang).
2.5
Penyelenggaraan KTT Non Blok 
KTT Non Blok ITempat dan waktu penyelenggaraan di Beograd ( Yugoslavia) tanggal 1 – 6September 1961. Tanggal pembukaan KTT Non Blok I, tanggal 1 september 1961 kemudian dinyatakan sebagai tanggal kelahiran Gerakan Non Blok.Penyelenggara adalah negara Yugoslavia Presiden Josef Bros Tito menjadi ketuaGerakan Non Blok untuk pertama kalinya. Dihadiri oleh 25 negara, yaituAfganistan, Aljazair, Burma, Kamboja, Maroko, Nepal, Saudi Arabia, Kongo,Cyprus, Athiopia, Ghana, Guinea, India, Somalia, Sudan, Tunisia, Mesir,Yaman, Yugoslavia, Srilangka, Kuba, Libanon, Mali, Irak dan Indonesia dan 3negara peninjau. Hasil KTT Non Blok mengeluarkan pernyataan yang dikenaldengan nama “Deklarasi Beograd”. Garis besar isinya adalah :1. Meminta PBB agar menyerukan kepada anggotanya untuk menghapushanpenjajahan dalam segala bentuk 2. Mendesak penghentian perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur 2) KTT Non Blok IITempat dan waktu pelaksanaan, di Kairo ( Mesir ) tanggal 5 – 10 Oktober 1964.Ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Dihadiri60 negara tediri dari 49 delegasi negara anggota dan 11 delegasi negarapeninjau. Keputusan yang diambil, antara lain :

Melakukan aksi bersama untuk membebaskan negara-negara terjajah, menghapuskan kolonialismeneokolonialisme danimperialisme.
Menghormati hak setiap rakyat dan bangsa untuk menentukan nasib sendiri
Menentang setiap diskriminasi rasial dan apartheid
Menyelesaikan sengketa antar bangsa secara damai sesuai
prinsip-prinsip PBB
Menentang penggunaan, pakta-pakta militer danpangkalan militer asing
Menyerukan perlucutan senjata, dan larangan percobaannuklir serta penghapusan senjata nuklir.
Meningkatkan kerjasama kebudayaan, penelitian danpendidikan antar bangsa untuk
kesejahteraan manusia.

3) KTT Non Blok III
Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Lusaka ( Zambia) tanggal 8 – 10 September 1970. Sebagai ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Zambia Kenneth Kaunda.Dihadiri oleh 59 negara. Pada KTT III dibahas masalah; demokratisasi, hubungan-hubungan internasional dan kerjasama ekonomi. keputusan-keputusan yang berhasildisepakati;
Mengujudkan kerjasama diantara negara GNB tanpatergantung pada negara maju
Menuntut keadilan ekonomi dalam kerjasama ekonomidunia.
Meningkatkan kerjasama dalam upaya menentang semuakekuatan yang melanggar kemerdekaan dan keutuhan wilayah negara lain.
Meningkatkan kerjasama antar anggota GNB dibidangekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi.

4) KTT Non Blok IV
Tempat dan waktu pelaksanaan, di Aljiers (Aljazair) tanggal 5 – 9 September 1973.Ketua Non Blok adalah Presiden Aljazair Houari Boumediene. Dihadiri oleh 75negara. Dalam KTT IV dibahas masalah; kemungkinan kerjasama ekonomi dengannegara maju, alih teknologi ke negara berkembang, perusahaan multi nasional,pangan dunia dan ketegangan di timur tengah. Beberapa keputusan dalam KTT IV,diantaranya :
Mencari keseimbangan antara negara berkembang dengan negara maju khusunyadalam bidang kerjasama ekonomi agar tercipta kerjasama yang lebih adil.
Mengupayakan penyelesaian ketegangan di Afrika dan Timur Tengah.
Mengupayakan agar sumber daya alam, dapat dikelola dengan baik oleh negara-negara GNB agar tidak dikuasai negara asing.
Mengajukan dilakukan alih teknologi, dan pangan dunia dari negara maju

5) KTT Non Blok V
Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Colombo ( Srilanka) tanggal 16 – 19 Agustus1976. Sebagai ketua Geraka Non Blok adalah Perdana Menteri Srilanka SirimavoBandaranaike. Dihadiri oleh 58 negara. Dalam KTT V dibahas masalah;memperkokoh persatuan, bahaya perang nuklir, upaya memajukan ekonomi negaraanggota termasuk Timor Timur atas usul negara Angola. Beberapa keputusan yangberhasil disepakati yakni;
Mengupayakan kemajuan ekonomi negara GNB melaluikerjasama dengan negara maju, yang bersifat lebih adil dalam upayamenciptakan Tata ekonomi baru dunia.
Berupaya menyelamatkan dunia dari ancaman perang Nuklir dengan mendesak PBB untuk lebih proaktif mengujudkan perdamaiandunia

6) KTT Non Blok VI
Pada KTT VI yang berlangsung di Havana, ditandai dengan kecenderunganperpecahan dalam tubuh Gerakan Non Blok, Kuba berusaha agar Gerakan Non Blok lebih bersahabat pada Uni Soviet. oleh karena itu, KTT berlangsung tegang,disamping adanya perbedaan pandangan antara anggota GNB yang bersifat moderatseperti Indonesia, India Yugoslavia dan Srilanka dengan angota yang bersifat radikalseperti Kuba, Aljazair dan Vietnam mengenai masalah Serangan RRC ke Vietnam,perang saudara di Kamboja dan persetujuan Camp David antara Mesir dan Israel.ketegangan baru mereda setelah tokoh pendiri Gerakan Non Blok Yosef Bros Titomemberikan penjelasan. pada KTT VI inilah Burma (Myanmar) menyatakan keluar dari tubuh Gerakan Non Blok, sebab menganggap gerakan ini tidak murni lagi.Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Havana ( Kuba) tanggal 3 – 7 September 1979. Sebagai ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Kuba Fidel Castro. Dihadirioleh 92 negara. Dalam KTT VI dibahas masalah; Serangan RRC ke Vietnam, Perangsaudara di Kamboja (invasi Vietnam) dan masalah penandatangan perjanjian damaiIsrael – Mesir (Perjanjian Camp David). Beberapa hasil yang berhasil dirumuskanantara lain ;
Menekankan kembali perlunya mempertahankan prinsip-prinsip dan kemurnian dari GNB
Meningkatkan bantuan ekonomi dari negara maju kepadanegara sedang berkembang.
Memajukan negara-negara GNB melalui 5D (Democracy, Decdonization, Development, D├ętente, and Desermament)
7) KTT Non Blok VII
KTT Non Blok VII seharusnya dilaksanakan di Baghdad (Irak) kerena terjadiperang Irak-Iran, pelaksanaannya dialihkan ke India. Tempat dan waktupenyelenggaraan, di New Delhi ( India) tanggal 7 – 11 Maret 1983. Ketua GerakanNon Blok adalah Perdana Menteri India Indira Gandhi. KTT dihadiri oleh 101negara. Dalam KTT VII dibahas masalah; Afganistan, Kamboja, masalah antar sesama anggota Non Blok dan ekonomi. Beberapa keputusan yang disepakati yaitu;
1. Mendukung perjuangan rakyat Afganistan untuk menentukan nasibnya sendiri
2. Membantu mengupayakan penyelesaian masalah Kamboja
3. Menyelesaikan masalah-masalah diantara sesama anggota Non Blok.
4.Menyerukan agar negara-negara maju menghapuskan proteksionisme dan segalasesuatu yang dapat menghambat kemajuan perdagangan internasional
8) KTT Non Blok VIIITempat dan waktu penyelenggaraan, di Harare ( Zimbabwe) tanggal 1 – 6September 1986. Sebagai Ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden ZimbabweRobert Mugabe. KTT dihadiri oleh 103 negara Dalam KTT VIII penekananpembahasan masalah lebih ditekankan pada aktivitas nyata GNB menyangkutmasalah social ekonomi khususnya peningkatan kerjasama ekonomi antar negaraGNB sendiri. Beberapa kesepakatan yang berhasil dirumuskan adalah:1. Mengajak mengakhiri Apartheid di Afrika Selatan2. Mengecam kebijakan Amerika Serikat terhadap Libya,dan Nicaragua. Kehadiranpasukan Uni Soviet di Afganistan dan Vietnam di Kamboja.3. Meningkatkan kerja sama ekonomi khususnya bidang pangan dan pertaniansecara nyata untuk meningkatkan standar hidup rakyat anggota Non Blok.9) KTT Non Blok IXTempat dan waktu penyelenggaraan, di Beograd ( Yugoslavia) tanggal 4 – 7September 1989. Sebagai ketua Gerakan Non Blok adalah adalah PresidenYugoslavia Janez Dinovsek Ph.D. KTT IX dihadiri oleh 106 negara tercatat 60

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar